bapak dan anak perempuan yang pernah menolong anak kecil yang kedapatan mencuri obat itu sedang sibuk-sibuknya dagang sop sapi di pasar , dan kondisi warung sop pada saat itu sangatlah ramai hingga antrian pembelian memanjang, dan saking lelahnya ternyata si bapak tua itu jatuh pingsan akibat kelelahan dan memang beliau mengidap penyakit dalam atau paru-paru. si anak perempuannya sangatlah kaget dan sangat panik dan dibantu para pembeli langsung membawa ke rumah sakit. setibanya di rumah sakit beliau langsung di bawa ke ruang ICU di salah satu rumah sakit besar dan dokter mendiagnosa bahwa bapak itu harus dioporasi karena apabila tidak nyawanya akan terancam. sembari ketakutan karena saking sayangnya terhadap ayahnya ia terus berdoa agar si bapaknya cepat sembuh......mengingat jika oprasi biayanya amat mahal dan bagian administrasi menyebutkan biayanya 100 juta rupiah.....
si anak perempuannya amat sangat tergaget-kaget dalam pikirannya mau dapet uang banyak itu dari mana???... doa terus ia panjatkan sembari menunggu ayahnya yang masih terbaring lemah di ruang ICU yang tak kunjung di oprasi. dan diputuskan ia kan menjual rumah dan warung sop sapinya itu guna membayar biaya oprasi. kondisi demikianlah yang memaksa si anak perempuan itu nekad akan menjual ke duanya. saat malam ia selalu menunggu ayahnya dan tertidur di bangku sambil menundukan kepalanya ke tempat tidur si bapaknya dan memegang tangannya. hingga pagi pun tiba ternyata ada selembar surat di atas tempat tidurnya yang berisikan bahwa semua biayan oprasi sama dengan Rp. 0 dan ada tambahan kata-kata "masih ingatkah kau saat 30 tahun yang lalu ketika saya dipukuli karena mencuri obat untuk ibu saya, kau dan ayahmu membayartkan obat itu dengan ketulusannya serta memberikan soup untuk saya dan ibu semua itu adalah untuk membayar apa yang sekarang terjadi. terima kasih salam Dr. X " dan ternyata anak yang mereka tolong dahulu adalah sekarang menjadi dokter di rumah sakit itu.anak perempuan itu meneteskan air matanya dan sembari mengingat kejadian 30 tahun yang lalu di pasar itu sambil sujud syukur akhirnya bapaknya bisa dioprasi.....
demikian kisah inspiratif ini.. semoga kita terus menanamkan pada diri untuk menjadi jiwa-jiwa penolong dengan sebuah ketulusan .
By: Ruslim

Good gan sangat menginspirasi..............
BalasHapusposting lagi yang banyak gan..........
sippppp di tunggu aja ya postingan selanjutnya
BalasHapus